29/12/12

Bagaimana caranya?

Beberapa jam sebelum akhirnya saya memutuskan untuk singgah di gubug ini, saya mencoba melepas penat dengan aktifitas yang bisa dikatakan tak seperti biasa. Yaitu jalan-jalan ke mall:D Cukuplah mampu menjadi penawar kejenuhan, meskipun yang saya lakukan disana bukanlah belanja-belanja, melainkan sekedar berjalan mengelilingi mall belaka.. hahaha. Maklum, barang-barang yang ada di mall tidak sesuai dengan selera dompet saya :D wkwk


Setelah puas menjelajahi seluruh isi ruangan mall, sayapun mengarahkan langkah menuju pintu keluar dengan tanpa membawa barang belanjaan sepertihalnya pengunjung lainnya :))

Agak heran, saat saya melihat pelataran mall yang tidak begitu luas begitu ramai oleh kerumunan orang. Sayapun mencoba mencari-cari tahu, ada apakah gerangan?..... Oalah... ternyata sedang ada pameran mobil yang sedang berlangsung disana. Kirain ada apaan! Sebenernya sih agak males nonton acara gituan. Tapi karena kaki saya juga malas untuk beranjak, maka akhirnya dengan terpaksa sayapun ikutan berdiri manis nonton pameran tersebut..:D


Dan bolehlah bila saat ini, di gubug ini, saya sedikit nge-share review mobil yang baru aja booming di kota saya. Cekidot....


Subaru  BRZ
Sedan sports berkelas asal Jepang yang begitu ampuh memuaskan rasa haus pengemudi akan performa balap. Begitu lincah melahap semua tikungan dengan mantap. Tentunya membuat sensasi berkendara kian mendebarkan.

Tentang eksterior, Subaru BRZ tampak gagah dan mewah dengan desain lampu depan HID otomatisnya yang dipadu dengan saluran udara besar, lampu kabut, dan lampu LED siang hari pada bumper depannya. Kesan gagah semakin dipertegas berkat penggunaan velg balap 17” sementara kesan mewah diperkuat lampu belakang kombinasi LED dan kaca spion samping yang dapat dilipat secara elektrik. Adapun bibir balap berkelir hitam dan knalpot ganda pada bumper belakang semakin menegaskan karakter sporty pada mobil Jepang ini.

Tentang interior, Subaru BRZ menawarkan kabin yang cukup nyaman di samping sporty. Kursi balap berbalut bahan berkualitas, unit pendingin zona ganda, kontrol iklim otomatis, dan sistem audio yang dilengkapi dengan port USB dan Aux. Sementara, bagi pengemudi, kenyamanan berkendara jelas terasa berkat lingkar kemudi palang 3 berbalut kulit, tombol pengatur pada lingkar kemudi, paddle shifter untuk memudahkan pengemudi dalam memindahkan gear, cruise control, dan keyless engine start. Kapasitas bagasi yang tersedia pada Subaru BRZ juga cukup mumpuni dan dapat ditingkatkan dengan melipat kursi belakang bila diperlukan.

Tentang mesin, Subaru BRZ mengandalkan mesin Boxer 16V DOHC 4 silinder 2.000 cc. Dipadukan dengan transmisi otomatis 6 kecepatan dan sistem penggerak roda belakang (RWD), mesin ini mampu menyemburkan daya 200 bhp dengan torsi 205 Nm dengan kecepatan maksimumnya mencapai 210 km/jam.

Tentang keselamatan berkendara, Subaru BRZ telah dilengkapi dengan rem cakram berventilasi baik di depan maupun belakang, ABS, kontrol traksi, smart key, immobiliser, remote alarm, remote boot release, dan 7 kantung udara.

Tentang harga, bisa dibilang cukup murah bila dibandingkan sedan sports berkelas lainnya. Dijelaskan harganya berkisar sekitar 600juta-an. Murah kan? Bagi orang yang punya banyak duit tentunya! Kalo buat orang-orangan sawah kayak saya mah muahhaaaaallll.......... wkwk


Nah, bagi kawan-kawan yang tertarik dan merasa punya duit, monggo... silahkan dibeli.

Tapi tunggu, jangan keburu minggat dulu! Saya kan belom selesai berkicau.. hehe. Marilah sejenak kita beralih pada berita seputar DKI Jakarta, dimana Bapak Jokowi dituntut untuk sesegera mungkin mengatasi kemacetan yang selalu menghiasi jalanan Jakarta. Dan sebuah pertanyaan terlintas di benak saya, yang entah juga melintasi benak Bapak Jokowi atau tidak ,...

Gimana ya caranya mengatasi kemacetan, kalau yang namanya kendaraan makin bejibun?

Berbagai mobil/motor dihadirkan dengan design dan tampilan yang menawan, jelas menciptakan ambisi tuk memiliki bagi siapapun yang memandangnya.

Para pengusaha otomotif saling berlomba-lomba memasarkan mobil/motor mewah dengan harga murah. Tak heran bila kita sering mendapati satu orang saja bisa punya lima mobil, bahkan lebih. #kolektor kali ya...!!??

Kepadatan penduduk yang semakin meningkat tidak mampu teratasi, kini negara kita harus dihadapkan dengan masalah kepadatan kendaraan yang makin meningkat. #istilahnya gak enak banget!:D Dan kemacetanpun terjadi bukan hanya di kota-kota besar, melainkan telah melahap kota-kota kecil sepertihalnya kota yang saya tempati.

Mungkin ini kali ya yang disebut dengan kemajuan yang diperoleh negara kita? Namun entah mengapa saya menjadi risau dengan itu semua....

Beraneka mobil/motor dirancang dengan fasilitas yang nyaman dan memanjakan pengendara. Dampaknya, kini masyarakat Indonesia menjadi malas berjalan kaki, hingga dalam menempuh jarak beberapa meter saja haruslah berkendara.

Yang tak dapat di hindari adalah, ketika polusi asap kendaraan kian memenuhi udara. Alhasil, telah membuat paramedis berhasil mem-boomingkan penyakit-penyakit baru.

Lalu bagaimana caranya mengatasi semua itu? Sepertinya tidak mungkin bila mengharuskan pemerintah untuk menutup bisnis otomotif yang 'katanya' adalah salah satu bisnis yang menguntungkan bagi negara. Dan mustahil pula bagi kita yang sudah terlanjur nyaman dan terbiasa menunggangi kendaraan, untuk kembali lagi menjadi manusia pejalan kaki.

Pada akhirnya... Entahlah! Mungkin hanya Tuhan yang mengetahui akhir dari segalanya... ZzzZzzz

4 komentar:

  1. bener loh...

    salah satu penyebab kemacetan bukan karena jalannya yg terlalu kecil, tapi kendaraannya yg bejibun.

    BalasHapus
  2. follback done :D

    . semangat !! ^_^.

    BalasHapus
  3. Kebayang kalo kendaraan itu gak ada rasanya gimana yaa?? Terus lanjut ngebayangin kalo kendaraan itu bukan berupa mobil motor dan sejenisnya, tetapi berupa hewan seperti kuda, keledai, onta, gajah... Kalo udah gitu kebayang ga, macetnya kaya gimana kalo jalanan dipenuhin oleh hewan-hewan tadi sebagai kendaraan... ahhaha..

    #komen gak jelas... :D

    BalasHapus
  4. polemik, kaya benang kusut, mengurangi produksi mobil atau motor sama aja dengan menutup lahan cari uang banyak orang. menambah sarana dan prasarana... susah juga banyak yang harus diperbaiki dan butuh waktu, nambah jalan... :-s... tahu deh biarkan saja mereka yang berpikir hehe

    BalasHapus

Jika diam adalah emas... maka komentar kalian(bagi saya)adalah mutiara yg tak ternilai harganya :)